-->

ads

Syaefudin, SH; Komitmen Membangun Indramayu yang Mengayomi

Minggu, 14 April 2024

 

H. Syaefudin, S.H (Gambar Instagram)

Oleh: Masduki Duryat*)


Pemilihan umum Bupati Indramayu 2024 yang dilaksanakan pada 27 November 2024 untuk memilih Bupati Indramayu dan Wakil Bupati Indramayu periode 2024-2029 menarik untuk dicermati.


Sejumlah nama mulai bermunculan dalam perhelatan Pilkada Serentak 2024 mendatang, tak terkecuali Bupati Indramayu, Nina Agustina Dai Bachtiar. Nina sebagai incumbent yang dilantik pada Pebruari 2021 silam menjabat sebagai Bupati Indramayu seharusnya sampai pada 2026. Namun berdasarkan UU No.10/2016, setiap kepala daerah berakhir pada 2024.


Meski demikian, putri mantan Kapolri Jenderal (purn) Dai Bachtiar itu mengatakan dirinya siap maju lagi pada kontestasi Pilkada mendatang. Nina menegaskan alasan kuat yang mendorong dirinya kembali menyatakan siap mencalonkan diri sebagai Bupati Indramayu, di antaranya karena ingin lebih memajukan Indramayu.


Ini juga sekaligus menepis isu bahwa, Ono Surono Ketua DPD PDIP Provinsi Jawa Barat akan maju di Pilkada Indramayu. Menurutnya, kontestasi pilkada di Kabupaten Indramayu tidak lagi membutuhkan figur baru. Saat ini, kader PDI Perjuangan yang masih duduk di kursi eksekutif layak untuk didukung kembali.


Dari PKS juga demikian sudah mulai mengusung beberapa nama, PKB memiliki figur kuat Dedi Wahidi atau juga mungkin akan mengusung kader ‘binaannya’ yang tidak kalah mumpuni.


Dari eksternal organisasi non-Partai, KAHMI Indramayu juga mulai menyiapkan kader terbaiknya Fressha Rezkana untuk maju dalam Kontestasi Pilkada Indramayu 2024. Seperti dilansir dalam berita ketika mengadakan Buka Bersama (Bukber) dalam momentum bulan suci Ramadhan 1445 H. yang lalu. 


Partai Golkar sebagai pemenang kontestasi dalam Pileg di Indramayu tidak kalah, sudah mempersiapkan lima figur kader terbaiknya.  Kelima figur yang digadang bakal berebut tiket Pilkada yaitu Daniel Mutaqien Syaifuddin, Bambang Hermanto, Hilal Hilmawan, Syaefuddin serta yang sangat mengejutkan justru muncul nama baru dari kalangan birokrat yakni Yudi Rustomo yang juga menjabat sebagai Kepala Dishub Indramayu. 


Syaefudin, Kader Golkar yang Teruji

Salah satu sosok politisi yang digadang-gadang akan menjadi calon Bupati Indramayu adalah Syaefudin, SH., yang juga merupakan ketua DPRD Kab. Indramayu periode 2020-2024.


Sosok Sayefudin yang pada pencapaiannya sekarang, betul-betul meniti karir dari bawah, saat ini menurutnya ada sekitar 9 (Sembilan) organisasi yang dipimpinnya. Syaefudin menceritakan, karier politiknya sebenarnya berawal saat ia mencalonkan diri sebagai calon kepala desa.


Namun, saat itu ia gagal. Berkat kegagalan itu justru yang membuatnya beralih mencalonkan diri sebagai wakil rakyat dan selalu terpilih dalam 3 (tiga) periode berturut-turut.


Jalan yang ditempuh Syaefudin pun tidak mudah, ia mulai meniti karier dari hanya seorang anggota DPRD biasa lalu ketua Fraksi Golkar DPRD Indramayu, hingga akhirnya dipercaya menjadi Ketua DPRD Indramayu.


Begitu pula perjalanan politiknya di partai, Syaefudin awalnya hanya menjadi pengurus partai di desa, lalu ketua PK, hingga terbaru dipercaya menjadi Ketua DPD Partai Golkar Indramayu.


Capaian karier tersebut tidak terlepas dari kepribadian Syaefudin dalam kesehariannya. Ia merupakan sosok pejabat yang tidak memiliki jarak dengan rakyatnya.


Indramayu dalam Pandangan Syaefudin

Pada perspektifnya tentang kondisi Indramayu saat ini dan peta politik Indramayu sekarang, ia menilai kita tidak bisa melihat kondisi Indramayu saat ini secara parsial, ada banyak aspek yang mempengaruhi kondisi suatu daerah. Pada pokoknya kita harus bekerja keras dan bergandengan tangan untuk secara bertahap agar Kabupaten Indramayu terus di track kemajuan serta menjamin masyarakatnya lebih sejahtera. 


Peta politik Indramayu saat ini juga cukup memiliki dinamika, tetapi yang terpenting menurutya semua elemen kepentingan tetap pada jalur komitmen untuk membangun Kabupaten Indramayu ke arah yang lebih baik. 


Politik Kewilayahan

Isu tentang Indramayu Barat dan daya tawar kewilayahan dalam kontestasi politik Pilkada, secara diplomatis ia menilai bahwa secara ideal ini tetap penting dalam memberikan pelayanan lebih baik dan good government menjadi pemimpin yang melayani dan serba cepat serta prima dalam pelayanan.


Baginya bagaimanapun pengalaman subjektif lahir, dibesarkan dan memiliki pemahaman potensi kewilayahan itu penting untuk kemudian nanti bisa diagregasi dalam kebijakan-kebijakan daerah. Maka merupakan sesuatu hal yang penting dalam banyak kebijakan yang dilakukan pemerintah daerah memperhatikan kondisi kewilyahan ini. Tidak boleh ada dikhotomi, semua harus menikmati hasil ‘kue’ Pembangunan secara merata, berkedilan dan kesetaraan.


Partai Golkar dan Kepemimpinan Indramayu

Sebagaimana kita ketahui Partai Golkar masih menjadi pemenang dalam Pileg beberapa waktu yang lalu. Dengan melihat realitas ini, maka peluang kader partai Golkar sangat tinggi, tinggal kita melakukan konsolidasi dan soliditas pengurus serta komunikasi yang efektif dengan partai lain dan konstituen. 


Optimisme ini tetap harus dipelihara dan menjadi modal bagus bagi Partai Golkar. Tentang kepemimpinan Indramayu saat ini, pada pandangannya; Siapapun yang memimpin Indramayu harus memiliki dua kesadaran inti, Pertama, harus sadar posisi (dalam konteks struktur pemerintahan tentunya ada huhungan vertikal, horizontal serta pengayoman terhadap bawahan serta masyarakat); Kedua, harus memiliki kesadaran akan potensi (baik potensi SDM ataupun SDA) sehingga jelas arah unk mengembangkan daerah yg outputnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini penting mengingat posisi Indramayu dari kesejahteraan ketika diperhadapkan dengan daerah lain di Jawa-Barat, masih sangat tertinggal. 


Melihat realitas seperti ini Saefudin dengan segala potensi yang dimilikinya menyongsong Indramayu lebih baik dan sejahtera lagi. Pada kontestasi Pilkada 2024 menyatakan secara pribadi menyatakan, sesungguhnya sudah menjadi kewajiban untuk menyatakan siap untuk memimpin Indramayu, karena ia juga sudah diamanahi dalam Rapat Kerja Daerah DPD Partai Golkar Indramayu ke X tahun 2022 sebagai forum tertinggi Partai di tingkat kabupaten setelah MUSDA sebagai kader yang dicalonkan oleh Peserta Rakerda tersebut. 

Pada akhirnya juga semua berpulang pada keinginan Masyarakat Indramayu, apapun keputusannya. 


*)Penulis adalah Dosen Pascasarjana IAIN Syek Nurjati Cirebon dan Ketua STKIP Al-Amin Indramayu, Tinggal di Kandanghaur


0 comments: