-->

ads

Fenomena Spirit Doll; Bisa Mendatangkan Keberuntungan?

Rabu, 05 Januari 2022
Spirit Doll (Gambar Tribunnews.com)


Belakangan ini marak fenomena mengadopsi boneka dan memperlakukannya seperti anak bayi. Di kalangan selebritas, fenomena ini mulai ramai diperbincangkan sekitar pertengahan tahun 2021. Di antara mereka berdalih sudah mengoleksi dan ‘merawatnya’ sejak lama. 


Tetapi di antara mereka ada juga yang secara terbuka mengakui ‘mengasuh’ spirit doll layaknya anak sendiri. Beberapa di antaranya adalah Ivan Gunawan, Sarwendah, Celine Evangelista, Nora Alexandra, hingga Soimah. 


Di marketplace pun, muncul rekomendasi spirit doll yang siap diadopsi dengan harga yang fantastis. Konon, boneka tersebut dipercaya mendatangkan nasib baik bagi mereka yang merawatnya. 


Apa itu Spirit Doll?

Secara harfiah, spirit doll atau boneka arwah, berarti boneka yang telah dirasuki arwah penasaran. Konon, arwah yang bersemayam di tubuh boneka tersebut adalah arwah bayi hasil korban aborsi. Maka dari itu, boneka arwah memiliki sifat manja dan harus dirawat selayaknya anak bayi. Mulai dari diganti pakaiannya, diberi makan, hingga digendong.


Beberapa artis di Indonesia mulai ikut untuk mengadopsi kemudian merawatnya bak anak. Ivan Gunawan misalnya, menegaskan bahwa dirinya tidak stress saat mengambil keputusan menganggap boneka tersebut sebagai bayi yang diberi nama Eqqel. Celine Evangelista juga mengikuti jejak Ivan Gunawan dan mengumumkan telah mengadopsi boneka mirip manusia ini sebagai anaknya sendiri dengan nama Joseph. Soimah juga tidak mau ketinggalan dalam unggahan fotonya memperlihatkan momen tidur berdesakan dengan anak dan bonekanya yang menyerupai manusia. 


Sprit Doll dan Keberuntungan

Diskursus spirit doll atau boneka arwah fenomenal ini bukanlah hal baru, di beberapa negara Asia—khususnya Thailand dan Malaysia—tren boneka arwah muncul di tahun 2016 dengan Mae Ning sebagai pelopornya.


Theculturetrip.com menyebutkan Mae Ning yang juga berprofesi sebagai penyiar radio itu kerap menyebut-nyebut boneka miliknya dengan sebutan Child Angel atau Luk Thep dalam siarannya. Menurut Mae Ning, selama ini ia kerap mendapatkan keberuntungan yang tak terduga semenjak mengadopsi dan merawat Luk Thep miliknya layaknya seorang bayi.


Tidak seperti Annabelle atau Jailangkung yang diisi oleh arwah penasaran, Luk Thep konon diisi dengan arwah peri atau elf. Hal inilah yang membuatnya membawa keberuntungan bagi pengasuhnya.


Semenjak informasi ini tersebar luas, banyak selebritas Thailand yang mengikuti jejak Mae Ning, yakni mengadopsi spirit doll dengan harapan dapat mendapatkan keberuntungan juga. Kemudian tren tersebut menyebar ke Malaysia tahun 2019 dan masuk ke Indonesia di 2021. 


Spirit Doll; Perspektif Agama

Pada pandangan paranormal Ki Samber Edan, melalui Twitternya. Fenomena boneka yang digunakan sebagai medium arwah bukanlah hal baru. Boneka Annabelle yang terkenal, misalnya, digunakan oleh Ed dan Lorraine Warrens untuk mengurung roh jahat. Bahkan, boneka tersebut dikunci di sebuah kotak khusus dengan begitu banyak salib dan jimat lainnya agar tidak mudah terlepas.


Di Indonesia sendiri, boneka jailangkung menjadi boneka arwah yang kerap digunakan oleh manusia untuk menjawab pertanyaan atau sekadar iseng belaka.

Spirit doll pada pandangan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. Cholil Nafis mengomentari fenomenya yang sangat marak dibicarakan, sehingga ada beberapa artis dan selebriti yang mengadopsinya sebagai anak. KH. Cholil mengungkapkan ketimbang boneka, lebih baik untuk mengasuh dan menyayangi anak yatim dhu’afa. Jangan terlalu berlebihan menyayangi boneka. Kalau ada kelebihan harta atau rasa sayang, maka sayangilah anak yatim dhua’afa.


Pada pandangannya, boneka sebagai mainan atau hobi pada prinsipnya boleh saja. Tapi jika sudah dijadikan media, diisi ‘arwah halus’ atau jin, maka dapat menjadi haram bahkan menjerumuskan kepada kesyirikan. 


Buya Yahya, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon juga ikut menyumbangkan pendapatnya tentang fenomena spirit doll ini.


Dalam video yang ditayangkan kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menegaskan dalam Islam membeli ataupun mengadopsi boneka untuk dijadikan anak tidak diperbolehkan.


“Dalam agama Islam urusan boneka bagi orang dewasa tidak ada perbedaan pendapat. Kalau Anda beli boneka dalam bentuk manusia untuk orang dewasa itu tidak boleh,” kata Buya Yahya, “Untuk anak kecil tanpa ada embel-embel spirit doll atau lainnya masih diperbolehkan. Asalkan hanya sekedar boneka biasa,” tambah Buya Yahya.


Buya Yahya juga menjelaskan bahwa dalam Islam tidak ada keyakinan arwah bayi yang sudah meninggal dunia bisa dimasukkan ke dalam boneka.  “Tidak ada istilah arwah anak kecil masuk boneka itu tidak ada. Yang ada itu bangsa jin atau setan yang terkutuk. Adapun bayi-bayi yang meninggal sebelum baligh itu merupakan bayi-bayi yang dimuliakan walaupun dia anak orang yang tidak beriman,”terangnya. 


“Itu bukan keyakinan dalam Islam. Mungkin dalam agama lain ada percaya masalah reinkarnasi. Jadi kita tidak boleh mencaci kepercayaan orang tersebut,” tegasnya. Tentu ada pandangan yang berbeda antara keyakinan dalam Islam dengan agama lain. 

Dalam Islam tidak ada keyakinan bahwa boneka membawa keberuntungan atau kecelakaan, pembawa sial. Menurut Ali Jum’ah Muhammad—Mufti Agung Al-Azhar Mesir mengatakan bahwa adanya anggapan bahwa pertanda buruk atau sebaliknya pada sesuatu adalah salah tradisi  kaum jahiliyah dan terlarang dalam Islam. 


Fir’aun menuding Musa sebagai pembawa sial, masyarakat Makkah zaman jahiliyah menganggap burung malam atau burung hantu sebagai pertanda sial. Mitos bulan Safar sebagai bulan sial dan bulan penuh bala tidak boleh bepergian serta aktivitas lainnya. 


Muktamar NU di Surabaya juga menjelaskan bahwa tentang hari sial, bala itu semua kebiasaan orang Yahudi, bagi ummat Islam yang bertawakal kepada penciptanya yang tidak pernah menggunakan hisab—perhitungan hari buruk dan baik—dalam bahasa Imam Ali Karramallahu Wajhah hari-hari apes dan semacamnya adalah bathil. 


Dalam Islam hanya ada dua hari; Great Day dan Best Day. Segala sesuatu berjalan sesuai dengan kekuasaan Allah. Nomor, barang dan lainnya tidak mungkin mendatangkan kebaikan atau kebaikan seseorang.  


Anggapan bahwa boneka akan mendatangkan keberuntungan atau sebaliknya, tidak ada dalam konsep Islam.

Wallahu a’lam bi al-Shawab

*)Penulis adalah Dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Tinggal di Kandanghaur Indramayu


0 comments: